Semarang, Setelah sebelumnya sempat menyangkal, Syekh Pujiono akhirnya buka-bukaan mengaku telah menikahi Lutfiana Ulfa (12) secara agama. Sejoli ini bersanding di pelaminan pada 8 Agustus 2008 pukul 03.03 WIB. Ribuan orang pun menyaksikan pernikahan yang belakangan menuai kontroversi ini.
"Saya memang sudah menikah tetapi secara agama. Itu namanya bukan siri. Kalau siri kan artinya rahasia. Saya nikah secara terbuka, jadi bukan siri. Nikahnya tanggal 8 Agustus 2008 pukul 03.03 dini hari, dingin-dingin," papar Syekh Puji.
Hal ini disampaikan dia di kediamannya, Jalan Raya Yogyakarta-Semarang, Semarang, Jumat (24/10/2008).
Kenapa mengambil waktu itu? "Itu waktu yang mustajab untuk doa," sahutnya.
Syekh Puji mengaku pernikahannya dihadiri ribuan orang antara lain santri, karyawan, Pak RT, dan Pak Lurah. "Saya nikah di depan rumah ini, terbuka, langsung berhubungan langit," ujarnya.
Pria yang membagikan zakat Rp 1,3 miliar ini mengaku mengantongi izin dari orangtua sang istri. "Saya dekati orangtuanya, orangtuanya mengizinkan, dan orangtuanya kan konsultasi sama anaknya. Anaknya mau, ya sudah nikah. Melanggar apa, mana wong ada dasarnya. Ini ada di buku ini," beber pria brewokan ini sambil menunjukan buku berjudul "Aisyah saja nikah muda" karangan Ummu Aisyah.
Apa sudah 'kumpul' dengan istri kedua? "Rahasia. Saya tahu agama. saya tidak bodoh. kalau belum menstruasi, ya tidak saya saya gauli," kata Syekh Puji sambil tersenyum.
Pada Kamis kemarin, Pujiono mengaku pernikahan dengan Ulfa belum terjadi. Yang ada Ulfa hanyalah kandidat istri kedua. Namun hari ini Pujiono mengaku sebaliknya.
Menikah di pagi buta berselimut udara dingin menjadi waktu favorit bagi Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji untuk bersanding dengan belahan jiwanya. Syekh Puji ternyata menikahi istri pertamanya, Hj Umi Hani (26) pada pukul 02.53 WIB.
"Kalau istri pertama pukul 02.53 WIB. Itu juga waktu mustajab di sini," kata Pujiono dalam jumpa pers dengan wartawan di kediamannya, Jalan Raya Yogyakarta-Semarang, Semarang, Jumat (24/10/2008).
Sayangnya, Pujiono enggan membocorkan tanggal pernikahannya dengan Hani.
Pria brewokan ini sebelumnya mengaku menikahi istri kedua, Lutfiana Ulfa (12), secara agama. Sejoli ini bersanding di pelaminan pada 8 Agustus 2008 pukul 03.03 WIB.
Tidak hanya itu, Pujiono pun telah mengincar 2 kandidat lain untuk dijadikan istrinya. "Siapa orangnya rahasia. Mereka sedang dalam proses," cetusnya sambil tersenyum.
Sejumlah pihak menuding Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji melanggar sejumlah UU dengan menikahi bocah 12 tahun, Lutfiana Ulfa. Namun pria 43 tahun itu mengaku tidak takut dituntut siapapun.
"Kalau Komnas HAM atau Kak Seto atau lembaga-lembaga apa mau tuntut, nggak takut saya," katanya saat jumpa pers di Pondok Pesantren Miftahul Jannah miliknya di Jalan Raya Yogyakarta-Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2008).
"Lha wong sama harimau saja saya nggak takut kok," lanjutnya sambil tertawa.
Pujiono yang sebelumnya membuat heboh dengan mengeluarkan zakat Rp 1,3 miliar mengaku menikahi Ulfa pada 8 Agustus 2008 pukul 03.03 wiB. Kasus ini menghebohkan karena Ulfa masih berumur 12 tahun.
Pujiono tetap ngotot keputusannya menikahi Ulfa tidak ada yang salah. Sebab pernikahan itu berlangsung tanpa paksaan dan sama-sama mau. (kilasberita.com/amz/dtc)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
- Syekh Puji Tak Takut Ancaman Hukum
- Pertahankan 25 Persen FPG Siap Voting
- Polri Pilih Evaluasi Daripada Minta Maaf Karena Salah Tangkap
- 15% Untuk Pengajuan Capres Paling Rasional
- Amrozi cs Dieksekusi Awal November di Nusakambangan
- Keluarga Anggap Amrozi CS Mujahid
- KPAI: Orangtua Dilarang Eksploitasi Anak, Guru Banyak Lakukan Kekerasan
- Belum Siap Umumkan DPT Sebaiknya KPU Sampaikan Kendala
- Kejagung Evaluasi Putusan Pidana Jaksa Urip dan Artalyta
- Pemeriksaan Pendatang Diperketat, Sidang Yustisi di Cueki
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej), Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjalin kerja sama dengan asosiasi sekolah bertaraf internasional Thailand.Kepala Humas dan Protokol Unej, Rokhani SP MSi ......
Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Daryatmo, mengatakan semangat tim Rusia dalam membantu operasi pencarian dan evakuasi pesawat Sukhoi di Gunung Salak perlu diapresiasi....
Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh (PHU) berencana merekrut tenaga Polisi Wanita (Polwan) sebagai petugas haji di Arab Saudi.Kemenag tetap merekrut petugas keamanan dari Mabes TNI dan Polri ......
Pemerintah Kabupaten Kediri Jawa Timur menyiapkan lahan untuk keperluan relokasi para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar Pasar Pamenang Kecamatan Pare....













