Jakarta, Program antivirus gadungan bergentayangan. Sebuah perusahaan sekuriti melansir program antivirus jadi-jadian ini telah menelan korban lebih dari 30 juta user, demikian seperti dilansir Arstechnica, dan dikutip Senin (20/10/2008).
Pengumuman ini dilansir oleh perusahaan sekuriti PandaLabs. Hari demi hari jumlah korban program antivirus gadungan terus bertambah.
Program antivirus gadungan ini mengincar data personal dan uang user. Pada umumnya user yang menjadi korban anti virus palsu tersebut diminta untuk men-dowload konten dari jaringan P2P, membuka lampiran e-mail dari alamat tak dikenal, atau mengunjungi halaman web yang berisi program berbahaya.
User seringkali tertipu dengan pop up windows yang menyatakan bahwa PC tersebut terinfeksi, bluscreen palsu, dan berbagai tipuan lainnya. Sehingga mereka
tergoda untuk membeli produk antivirus yang sebenarnya merupakan program berbahaya, dan memberikan data pribadi mereka.
Diperkirakan oleh PandaLabs, pencipta program ini setiap bulannya meraup lebih dari €10 juta setiap bulan. (kilasberita.com/dms/dtc)
- Gadget Untuk Hindarkan Dari Lampu Merah
- 'Windows 7 Lebih Canggih Dari Vista'
- Alat Pendeteksi Jamaah Haji Tersesat
- Mortal Kombat II Menghilang
- Kamera Cybershot 10 Megapixel dari Sony
- Solid State Drive Intel Bidik Enterprise
- Firefox Versi Mobile Diluncurkan
- Inilah 20 Laptop Terlaris Versi Amazon
- Software Untuk Pelajari Bahasa Alien
- Antivirus Tak Jamin Keamanan Komputer













