Jakarta, Perang antara Apple dengan perusahaan elektronik asal Taiwan Luxpro terkait pemutar musik MP3 terus berlanjut. Apple diseret ke pengadilan atas tuduhan monopoli pasar MP3 player.
Luxpro melayangkan gugatan ke Arkansas Western District Court pada 14 Oktober dengan serentetan tuduhan. Tak hanya monopoli, produsen iPod dan iPhone itu juga dituduh mengintervensi kontrak, melakukan kompetisi bisnis yang tidak adil dan kecaman secara komersil.
Gugatan tersebut merupakan lanjutan dari kasus Apple vs Luxpro beberapa waktu lalu. Saat itu Apple dituduh menggunakan taktik ilegal, seperti menekan mitra-mitra ritel Luxpro untuk menghentikan penjualan pemutar musik milik Luxpro, untuk memonopoli pasar pemutar musik MP3.
Luxpro adalah produsen elektronik Taiwan yang membuat pemutar musik digital yang sekilas mirip iPod Shuffle generasi pertama. Produk Luxpro dinamakan Super Shuffle, muncul secara perdana di konferensi CeBIT di Hannover, Jerman pada Maret 2005.
Produk Luxpro bahkan memiliki kemampuan lebih dari iPod Shuffle, yaitu kemampuan mendengarkan radio. Karena miripnya produk ini dengan iPod Shuffle, pengacara Apple sampai meminta Luxpro untuk tidak menampilkan produk Super Shuffle dalam acara CeBIT. Luxpro lalu diminta untuk mengganti nama Super Shuffle menjadi "Super Tangent."
Pada Januari 2007, Apple menuntut Luxpro ke pengadilan Taiwan, lagi-lagi soal pemutar musik. Tuntutan Apple malah berbuah tuntutan balik. Pengadilan di Shihlin, Taiwan, justru memutuskan bahwa produk dari kedua perusahaan yang bersengketa memiliki perbedaan yang tegas.
Luxpro pun mengajukan ganti rugi US$ 100 juta dari Apple karena mengalami kerugian akibat tindakan Apple yang membawa mereka ke pengadilan. Demikian dikutip dari Informationweek, Jumat (17/10/2008).
Lebih lanjut dalam gugatan yang diajukan Luxpro baru-baru ini adalah soal intervensi kontrak. Apple mengirim surat peringatan ke perusahaan lain yang melakukan bisnis dengan Luxpro agar berhenti berbisnis dengan Luxpro. Apple konon telah menekan InterTAN, sebuah perusahaan elektronik di AS, untuk tidak menjual lagi pemutar musik MP3 Luxpro di tokonya.
InterTAN menurut saja dan 'membuang' 4.500 pemutar MP3 Luxpro. Mereka bahkan tak lagi memesan barang tersebut ke Luxpro. Best Buy dan Radio Shack bahkan ikut-ikutan berhenti berbisnis dengan Luxpro.
Lebih lanjut disebutkan dalam gugatan, Apple dituduh melakukan permintaan serupa di Orchard Company di Singapura, Kaga Electronics di Jepang dan Web Worker di Jerman untuk tak berbisnis dengan Luxpro. Apple juga mendesak pemasok AsusTek Computer dan Synnex Technology International untuk menekan distributor Luxpro Taiwan termasuk Carrefour, ET Mall, EUPA, dan 3C. (kilasberita.com/dms/dtc)
- Ujian Online Depperin Terseok-seok
- Indosat Luncurkan 500 BlackBerry Bold
- Microsoft Paling Royal Lakukan Riset
- Waspada, Ponsel Bisa Sebabkan Alergi
- Three Luncurkan Layanan Berbasis VoIP
- Jaring Calon PNS Secara Online
- Mobile-8 Gandeng Nokia
- Cracker Bakal Incar Ponsel?
- EA Angkat Bicara Soal Kampanye Obama di Game
- Peran SMS Dalam Percintaan
"Kalau gedung lama masih bisa renovasi, ya, direnovasi."
...
Agus Condro adalah sosok sentral ketika kasus ini mencuat pada pertengahan 2008.
...
Sejak 2009 lalu, Universitas Negeri Jakarta telah menerima hibah US$ 38 juta (Rp 342 miliar) dari Bank Pembangunan Islam (IDB).
...
OANA) - Satu istana berusia 5.000 tahun ditemukan di Turki Timur, istana tertua di dunia, akan menjadi museum udara terbuka pada Juni mendatang, kantor berita semi-pemerintah, Anatolia, melaporkan, Kamis....












Beberapa waktu yang lalu, penulis novel Spencer Pratt berniat menjual video seksnya bersama mantan istri, Heidi Montag, seharga Rp 44 Miliar. Namun kini Spencer berubah pikiran....
Presenter Cathy Sharon sempat mengunjungi Taiwan sebagai duta dari Indonesia untuk produk gadjet asal negera tersebut. Namun kakak Julie Estelle itu mengaku sempat minder karena berasal dari Indonesia....
