Jakarta, Kasus dugaan suap terhadap jaksa Urip Tri Gunawan oleh Artalyta Suryani terus bergulir. Beberapa nama pejabat penting di negeri ini ikut tersangkut. Bahkan, jubir Istana Kepresidenan harus buka suara, menyangkal kabar kedekatan Istana dengan pengusaha yang rajin bersolek ini.
Sejumlah institusi hukum pun tak luput dari imbas pemberitaan Artalyta. Sebut saja Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Mahkamah Agung (MA). Dua lembaga pengawal keadilan ini tercoreng dengan keterkaitan sejumlah petingginya yang diduga mempunyai hubungan khusus dengan janda almarhum bos Gajah Tunggal ini.
Namun pendapat lain disampaikan pengacara Artalyta, OC Kaligis. Menurutnya, kasus yang sedang dihadapi kliennya ini justru dijadikan sebagai senjata oleh pihak-pihak tertentu untuk merusak citra Kejagung dan MA.
"Sepertinya ini ada upaya untuk merusak citra Kejagung dan MA," ujar OC Kaligis dalam perbincangan, Senin (7/7/2008) tanpa menyebut pihak mana yang berusaha merusak citra dua lembaga tersebut.
Menurut pengacara kondang ini, para pejabat di lingkungan Kejagung dan MA dipaksakan untuk bersalah. Padahal menurutnya, dalam fakta-fakta di persidangan, belum cukup bukti kuat adanya pelanggaran yang dilakukan oleh para pejabat tersebut.
"Seperti telepon Artalyta dengan Untung Udji, di sana tidak ada kaitannya dengan kasus Urip. Soal hakim agung juga, semua tuduhan-tuduhan itu tidak benar," elak bapak artis cantik Velove Vexia ini.
Kaligis menuding, KPK selama ini juga tidak bersih dalam melaksanakan tugas-tugasnya memberantas korupsi. Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu juga ada penyidik KPK yang mendapatkan suap, yakni Ajun Komisaris Suparman. Ia pun dihukum 8 tahun penjara.
Vonis dijatuhkan pada 23 Februari 2007 oleh MA sesuai keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta. Vonis itu lebih ringan 4 tahun dari tuntutan jaksa yakni 12 tahun penjara.
"Jadi KPK juga tidak selalu bersih," tudingnya.
- Kejagung Menggugat Kembali Tommy Rp 4 Miliar
- 34 Parpol Bikin Rakyat Bingung, Golput Meningkat
- Daftar 34 Parpol Nasional Peserta Pemilu 2009
- DPR Boleh Tak Dipercaya, Tapi Jangan KPK
- 30-an Parpol Peserta Pemilu 2009
- Awas! Pakai Sirene Maupun Lampu Rotator Dapat Ditilang
- Maluku Diguncang Gempa 5,4 SR
- PKB Cak Imin Konsolidasi Hadapi Pemilu 2009
- TransJ Tabrak Ibu-Anak di U-Turn
- Hari Minggu Jakarta Ramai Gerak Jalan dan Sepeda Santai
Letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, turut menyemburkan bebatuan. Sejumlah warga yang mengungsi pagi tadi menyatakan letusan tersebut merupakan yang terbesar dibanding sebelumnya dan sangat menakutkan....
Pada 23 Agustus 2010 lalu, penyanyi Mayangsari mengijak usia 39 tahun. Mayang pun hanya merayakan hari bahagianya itu bersama anak dan suami tercinta, Bambang Tri....
Manohara tidak setuju dengan seruan agar dilakukan perang terhadap Malaysia. Artis yang menggugat cerai Pangeran Kesultanan Kelantan Tengku M Fachry itu ingin penyelesaian masalah Indonesia dan Malaysia dilakukan secara damai....
Ulah Partai FPO (Freedom Party) Austria yang satu ini memang sudah kelewatan. Menjelang pemilihan Walikota Wina pada Oktober depan, FPO membuat sebuah game online yang bernuansa agitasi terhadap Muslim di Austria....
Menjelang mudik Lebaran, DKI Jakarta kembali akan disibukkan dengan masalah kependudukan, yakni masuknya warga pendatang baru. Namun dari catatan Dinas Kependudukan Pemprov DKI, jumlah pendatang baru cederungan menurun dari tahun ke tahun....













