Surabaya, Seleksi calon anggota KPUD Jawa Timur diwarnai isu tidak sedap. Beberapa anggota panitia seleksi diisukan memilih calon anggota KPUD Jatim berdasarkan kepentingan. Masing -masing anggota panitia seleksi (pansel) diisukan membawa calonnya sendiri-sendiri.
Isu tak sedap tersebar melalui SMS di kalangan wartawan. SMS yang diterima tertulis "Mesti saja Arif Budiman diterima KPU lagi karena menurut data dari karyawan KPU ada kongkalikong dengan tim seleksi Sukowidodo. Sudah deal dengan ganti penunjukan langsung proyek sosialisasi KPU senilai Rp 130 juta tanpa tender kepada PT Intromedia milik Sukowidodo".
Saat Sukowidodo dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa (26/8/2008) membantah tegas rumor yang memojokkan dirinya. Menurut dia, isu tersebut berasal dari orang-orang yang tak bertanggungjawab. Dia sendiri sudah mendengar kabar tersebut.
"Insya Allah tidak ada titipan. Kita mengabaikan peluang semacam itu. Kita sadar betul ini embrio dari proses demokrasi. Jaminan 100 persen tidak ada titipan, jaminannya kepala saya," katanya.
Pihaknya, kata Suko, bahkan sudah melaporkan pihak Reskrim Polda Jatim untuk mengecek siapa yang mengirim SMS tersebut. Tapi kemudian tuturnya mereka memutuskan untuk membiarkan saja isu tersebut.
Dia membantah juga membantah kalau perusahaan miliknya memenangkan tender untuk sosialisasi pada saat pemilihan gubernur Jawa Timur putaran pertama. Penasehat spiritual dari Republik Mimpi ini mengatakan dirinya tidak mempunyai perusahaan. Dia hanya seorang pegawai negeri biasa.
"Saya tidak tahu menahu itu PT siapa. Aku tidak kenal kok peta konflik ke saya," tandasnya.
Seleksi calon anggota KPUD Jatim berlangsung pada tanggal 22 Agustus lalu. Dari 124 peserta yang lolos tahap kedua ada 20 orang. Dan 20 orang ini akan kembali menjalani tes psikologi. Dari 20 orang ini diambil 10 orang dan kemudian diambil 5 orang. Salah satu yang lolos tes kedua adalah Arief Budiman anggota KPUD Jawa Timur saat ini. (kilasberita.com/als/dtc)
- Bule Amerika Tewas Mengambang di Kolam Renang
- Agus Condro Tidak Mungkin 'Bernyanyi' Sendiri
- Tjahjo Kumolo Tidak Tahu Pertemuan Dharmawangsa
- Iyul Minta KPK Ambil Alih Aset Kasus ASABRI
- 2 Perusahaan Dievaluasi Terkait Panggar Pasar Turi
- Ketua Kadin Depok Kembalikan Rp 5 M ke KPK
- Sutrisno Bachir Maju Jadi Capres PAN
- KPK: Dirut PT Chandratex Statusnya Sebagai Saksi
- Tujuh Pelaku Perampokan Sadis Jadi DPO
- JK Cerita Pertumbuhan Ekonomi di Ultah AJI













