Lamongan, Sekalipun sudah gempar diberitakan media massa tentang rencana ekskusi mati terhadap terpidana mati kasus Bom Bali, Amrozi, Muchlas dan Imam Samudra sebelum puasa Ramadhan, namun keluarga Amrozi di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur masih tenang-tenang saja.
Aktivitas di rumah kakak Amrozi, M Khozin dan Ja'far Sodiq maupun orangtuanya Ny Tarsiyem juga tak ada perubahan berarti. Termasuk juga kompleks Ponpes Al-Islam yang dikelola saudara Amrozi, pimpinan Ustad Zakaria bin Rodung yang alumni Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, juga tak ada perubahan berarti.
"Ada apa Nak, kok suwe gak dolan (Lama tidak main) ke sini," kata Ny Tariyem, ibu kandung Amrozi dan Muchlas yang ditemui di rumahnya di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Selasa (26/8/2008) sore.
Istri mantan Sekdes Tenggulun almarhum H Nurhasyim ini, tampak sehat. Ia pun tak terpengaruh maraknya berita di media massa yang mengupas rencana ekskusi dua anaknya, Muchlas dan Amrozi, yang jadi terpidana mati kasus Bom Bali I.
Mak Yem, demikian Ny Tariyem biasa disapa, mengaku, sampai saat ini belum menerima kepastian terhadap ekskusi Amrozi dan kakaknya Muchlas. Dia pun tidak mempersiapkan apa-apa terkait masalah ekskusi terhadap anak kandungnya.
"Saya tidak tahu masalah ekskusi. Saya tahu dua anak saya sekarang di Nusa Kambangan," ujar Mak Yem, seraya mengungkapkan keinginannya bertemu dua anaknya tersebut.
Termasuk juga keluarga Ja'far Shodiq dan Muhammad Khozin, kakak kandung Amrozi dan Muchlas. Mereka tenang-tenang saja, tidak ada hal menonjol dari keluarga ini terkait rencana ekskusi tersebut.
Demikian pula dengan adik kandung Amrozi, Ali Fauzi. Adik bungsu Amrozi yang sempat mewakili Amrozi menikah kembali dengan mantan istrinya, Siti Rohmah, asal Desa Sugihan, Kecamatan Solokuro, Lamongan ini tetap menjalankan aktivitasnya. Mengajar di Ponpes Al-Islam bersama ustad yang lain.
"Siapa yang akan dimakamkan. Wong sampai sekarang semuanya serba tidak jelas begini," kata Ja'far Shodiq ketika ditanya tentang lokasi makam untuk Amrozi dan Muchlas setelah diekskusi, di rumahnya Desa Tenggulun.
Ja'far Shodiq yang kala itu didampingi kerabatnya Wibisono dan akrab disapa Gus No menyatakan, sampai saat ini pun pihak keluarga tak tahu secara pasti tentang ekskusi terhadap adiknya. Oleh karena itu pula, tak persiapan apapun dilakukan keluarga Islami ini.
"Kami hanya percaya pada pengacara dari Tim Pembela Muslim (TPM) yang selama ini mendampingi Amrozi. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar apapun, terkait berita ekskusi yang Sampeyan tanyakan," tambah Gus No.
Jika memang Amrozi dan Muchlas jadi dieksekusi sebelum bulan puasa Ramadhan, diyakini keluarganya di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebagai takdir yang sudah ditentukan Tuhan.
"Siapapun di dunia ini pasti akan mati. Ini sudah takdir Illahi yang tak bisa dielak oleh siapapun. Cuma cara meninggalnya yang berbeda-beda," kata Ja'far Shodiq kakak Amrozi di rumahnya, di Desa Tenggulun, Lamongan, Selasa (26/8/2008).
Menurut Ja'far, seluruh keluarga besar almarhum H Nurhasyim, ayah kandung Amrozi, tidak mempermasalahkan dengan cara apa Amrozi maupun Muchlas dieksekusi. Sebab, bagi mereka cara mati tersebut sudah digariskan oleh Tuhan.
Namun demikian, timpal Gus No, saudara Amrozi lainnya, sampai saat ini pihak keluarga belum menerima kepastian masalah itu. "Jangankan masalah ekskusi, kami meminta izin membesuk ke Lapas Nusa Kambangan saja sampai sekarang belum ada jawaban dari pemerintah (Menkum HAM, Red)," tegasnya.
Selain itu, pihak keluarga sudah melayankan izin sekitar dua bulan lalu. Namun, hingga kini belum juga ada kepastian diizinkan atau tidak. Bahkan, pihak Tim Pembela Muslim (TPM) yang mendampingi Amrozi Cs juga belum memberi informasi apapun terkait izin besuk tersebut.
Nampaknya, bagi kerabat Amrozi, ekskusi yang sesuai pemberitaan media massa segera dilakukan menjelang bulan puasa Ramadhan ini tak jelas pangkalnya. Namun demikian, pihak keluarga tetap berharap pemerintah juga menegakkan aturan hukum.
"Kalau memang Adik saya mau dibunuh karena faktor dendam, silakan saja. Itu kalau negara ini mengabaikan aturan hukum, tanpa memperhitungkan aturan hukum yang dianutnya," tegas Ja'far Shodiq.
Apakah pihak keluarga setuju jika Amrozi dan Muchlas diekskusi kemudian dimakamkan di daerah Cianjur? "Kami belum berfikir masalah itu. Keluarga juga belum pernah musyawarah terkait masalah ekskusi dan pemakaman mereka," kata Ja'far Shodiq.
Pihak keluarga, ungkap Ja'far Shodiq maupun Gus No, heran dengan maraknya pemberitaan rencana ekskusi terhadap terpidana mati Bom Bali I tersebut. Sebab, ramainya berita di koran dan televisi tidak sesuai kenyataan yang ada.
"Buktinya sampai saat ini kami juga belum menerima informasi yang pasti terkait ekskusi. TPM juga belum ada kabar apa-apa, jadi semuanya menurut kami masih serba tidak jelas," ungkapnya.
(kilasberita.com/als/dtc)
- Tujuh Pelaku Perampokan Sadis Jadi DPO
- JK Cerita Pertumbuhan Ekonomi di Ultah AJI
- Gedung DPR Dimasuki Maling
- Hidayat: Komunikasi Antar Politisi Harus Berjalan Baik
- Sinyal Mati Akibatkan 30 KA Tertunda dan Penumpang Terlantar
- Sultan Tidak Sembarangan Pilih kendaraan Politik
- Jelang Puasa Stasiun Gambir Masih Sepi
- Akbar Tandjung Minat Ikuti Konvensi PBR
- Agung Laksono Belum Dapat Laporan Pemecatan Max Moein
- PKS Jalin Komunikasi Dengan PD, Fokus Menang Pemilu 2009
Kegiatan unjuk rasa di Jakarta dan sekitarnya pada H-7 Lebaran, Jumat 3/9/2010, tampaknya mulai menunjukkan penurunan....
Salah satu calon paskibra capaska putri kabur dari rumah tanpa tujuan jelas hanya berbekal uang Rp 50.000. Ia akhirnya ditemukan di Lampung....
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kebakaran justru terjadi saat malam takbiran dan hari Lebaran, karena banyaknya rumah kosong....












Berbeda agama bukanlah halangan bagi pesinetron Laudya Chintya Bella dan kekasihnya, Chico Jericho untuk menjalankan ibadah. Bella dan Chico saling menghormati agama masing-masing....
Pada 23 Agustus 2010 lalu, penyanyi Mayangsari mengijak usia 39 tahun. Mayang pun hanya merayakan hari bahagianya itu bersama anak dan suami tercinta, Bambang Tri....
