kilasberita.com

Friday
Dec 05th
  Login  Sign up   Search   Iklan
Home KB News Kilas Indonesia Benarkah Pahlawan PETA Supriyadi Sudah Gugur?

Benarkah Pahlawan PETA Supriyadi Sudah Gugur?


Iklan Sponsor: Your Text Ad Here! Please Contact iklan [at] kilasberita.com!
E-mail Print PDF

Pahlawan PETA SupriyadiSemarang, Siapa tak kenal Supriyadi. Tokoh pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) melawan tentara Dai Nippon. Namun pasca pemberontakan itu, Supriyadi menghilang bahkan dikabarkan gugur. Benarkah?

Semua teka-teki tentang tokoh besar ini baru terjawab pada Sabtu 8 Agustus lalu. Pejuang kemerdekaan itu muncul dalam sebuah acara peluncuran buku di Toko Buku Gramedia Semarang, Jl Pandanaran. Buku yang dibedah juga terkait dirinya, yakni 'Mencari Supriyadi, Kesaksian Pengawal Utama Presiden'.

Sosok Supriyadi benar-benar datang dalam acara yang dihadiri sekitar 60 orang tersebut. Bertindak sebagai pembicara adalah sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Baskara T. Wardaya.

Supriyadi sempat diwawancarai wartawan Jerman. Dia mengaku dirinya tidak mati atau hilang. Usianya sudah sangat lanjut, yakni sekitar 89 tahun.

"Dia kurus. Namanya bukan Supriyadi, tapi Andaryoko Wisnuprabu. Tapi dalam wawancara itu, dia mengaku sebagai Supriyadi," kata salah satu pengunjung diskusi, Isti (28).

Isti yang tinggal di Kawasan Timur Semarang itu menambahkan, banyak orang tidak tahu Supriyadi akan hadir di acara itu. Sebab, acara yang digembor-gemborkan justru bertajuk "Mereka Menodong Bung Karno" dengan pembicara mantan Pengawal Soekarno, Soekardjo Wilardjito.

Untuk menghindari penangkapan oleh tentara Jepang, pejuang Pembela Tanah Air (PETA), Supriyadi, mengganti nama. Selain itu, dia juga memelihara kumis.

Saat bertemu Bung Karno di Pegangsaan Timur No 56, Supriyadi diminta pergi ke Semarang. Dia harus menemui Wakil Residen Semarang, Wongsonegoro.

"Saya diterima menjadi staf Kantor Residen Semarang. Nama saya diganti menjadi Andaryoko," kata Supriyadi sebagaimana ditirukan salah satu pengunjung bedah buku di Toko Buku Gramedia Semarang, Jalan Pandanaran, Isti (28), Senin (11/8/2008).

Sejak memulai hidup di Semarang, Supriyadi memelihara kumis. Meski punya nama baru, di Jakarta, dia tetap dikenal sebagai Supriyadi.

Supriyadi tidak sempat menceritakan liku-liku hidupnya selama di Semarang. Dia hanya menyebutkan hal-hal penting terkait sejarah negara Indonesia. (kilasberita.com/amz/dtc)


Related news items:
Newer news items:
Older news items:

ADVERTISEMENT
 

Iklan Baris Gratis

Free Online Games

Free Online Games
ADVERTISEMENT
Banner Space For Sale







KB Photo Gallery

HOT Celebrity

 

Miranda Kerr, Model Victoria's Secret Berpose Topless

Dalam promosinya, Miranda melakukan beberapa pose seksi. Salah-satu pose yang dilakukan mo...

 

Britney Spears Bugil di Video Klip Womanizer

Britney Spears kembali mengurusi karir setelah sekian lama berkutat dengan kehidupan priba...

 

Kate Winslet Bugil di Majalah Vanity Fair

"Payudaraku memburuk setelah memiliki dua anak," ujar ibu dari Mia Honey dan Joe Alfie Me...

Who's Online

We have 197 guests online

Your IP: 38.103.63.57





Telp (Jam Kerja)
0857 55 383838

Text Advertisement

Iklan Sponsor
Pasang iklan anda disini!

Polls

Siapa CAPRES 2009 Pilihan Anda?