Banyuwangi, Ditengah masa tenang sebelum pelaksanaan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur, TNI AL Stasion Banyuwangi menemukan belasan kilogram bom rakitan. Bom rakitan tak bertuan itu ditemukan di semak belukar oleh patroli TNI AL pada pukul 18.30 WIB, Minggu (20/7/2008) kemarin.
Perwira Pelaksana Stasion TNI AL Banyuwangi Mayor laut (P) IGP N. Sedana mengatakan, pihak AL menemukan Bom tersebut saat sedang melakukan patroli di sekitar Selat Bali. "Bom rakitan tersebut ditemukan di sekitar pantai wilayah Kecamatan Wongsorejo," kata IGP N. Sedana di Stasion AL Banyuwangi Jalan raya Situbondo Banyuwangi, Senin (21/7/2008).
Total bom rakitan yang ditemukan sebanyak 14 buah. Terdiri dari 2 buah bom seberat 5 kg, 5 buah bom seberat 1 kg, 7 buah bom seberat 0,5 kg, dan 0,5 kg mesiu. Selain itu juga ditemukan satu karung plastik pupuk jenis Oxidizing Agent 5,1 seberat 25 kg yang diduga sebagai bahan dasar bom rakitan. Bom-bom itu diletakkan dalam sebuah karung plastik. "Kita juga menemukan sebanyak 29 detonator bom," tambahnya.
Bom rakitan tersebut dipatikan memiliki daya ledak yang cukup kuat. Untuk bom rakitan yang beratnya 1 kg, bisa menghancurkan puluhan rumah, seperti yang terjadi di Puger, Jember beberapa waktu lalu. Untuk bom yang beratnya 5 kg diperkirakan daya ledaknya mencapai radius 200 meter.
Belum Jelas siapa pemilik bom rakitan tersebut. Saat ini pihak TNI AL masih terus mencari siapa pemilik dari bom-bom yang diindikasikan akan digunakan untuk bom ikan tersebut. "Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pemiliknya," pungkasnya.
Polisi mulai menyelidiki 14 bom rakitan dan 29 detonator yang ditemukan patroli TNI AL di semak belukar. Selain itu polisi juga belum bisa memastikan apakah bom ini akan digunakan untuk mengganggu pelaksanaan pilgub atau untuk keperluan lainnya.
"Setelah kami mendapatkan laporan dari TNI AL, kami langsung berkoordinasi dan membentuk tim untuk mencari siapa pemiliknya," ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Rachmat Mulyana, Senin (21/7/2008).
Rachmat mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui apakah bom tersebut akan dipergunakan untuk mengganggu keamanan pada masa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2008, atau milik pelaku terorisme yang akan digunakan untuk mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) Jawa Timur.
"Kami belum mengarah kesana, karena masih dalam penyelidikan. Selain itu, pemiliknya juga belum kami tangkap," jelasnya.
Meski telah menemukan bom rakitan di semak belukar di kawasan pantai di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Petugas dari Pangkalan TNI AL di Banyuwangi terus melakukan penyisiran ulang disekitar lokasi. Namun, sampai saat ini masih belum menemukan hasil.
"Kami ingin di darat maupun di laut tidak ada ancaman apapun, dan diharapkan tetap kondusif," kata Perwira Pelaksana Pangkalan TNI AL Banyuwangi Mayor laut (P) IGP N. Sedana.
Sementara itu, 14 buah bom rakitan yang ditemukan dan mempunyai daya ledak tinggi terdiri dari, 2 buah bom seberat 5 kg, 5 buah bom seberat 1 kg, 7 buah bom seberat 0,5 kg, dan 0,5 kg mesiu.
Selain itu juga terdapat satu karung plastik pupuk jenis Oxidizing Agent 5,1 seberat 25 kg yang diduga sebagai bahan dasar bom rakitan, serta 29 detonator bom.
Barang bukti tersebut sampai saat ini masih tersimpan di salah satu gudang di Pangkalan TNI AL Banyuwangi di Jalan Raya Situbondo. (kilasberita.com/amz/dtc)













