KilasBerita.com

SMS Broadcast

Friday
Mar 19th
  Login  Sign up   Search   Iklan
Home KB News Kilas Indonesia Laku Karena Mitos, Banyak Konsumi Buat Letoy

Laku Karena Mitos, Banyak Konsumi Buat Letoy


Iklan Sponsor: EmailSecurity.in - HostAndBuild.com - UnlimitedSpaceWebHosting.org
E-mail Print PDF

Pria Ingin Puaskan PasangannyaSurabaya, Obat kuat pria sangat beragam di pasaran. Dan selalu saja ada konsumennya. Mengapa? Menurut seksolog, itu karena pria ingin memuaskan pasangan perempuannya.

Pasalnya, kaum pria sadar bila saat berhubungan seks kalah dengan wanita. "Karena 70% wanita tidak pernah orgasme, 20% jarang orgasme dan 10% tidak jelas," kata ahli seks RSU dr Soetomo Surabaya, dr Susanto Suryaatmadja SpAnd, Senin (17/11/2008).

Susanto menjelaskan, selama ini obat kuat yang dikonsumsi oleh pria menunjukkan salah satu strategi untuk bisa memuaskan dan mendapatkan orgasme pada wanita.

"Nah cara laki-laki untuk memuaskan yakni ereksi dengan assesment nomor 4 atau penis membesar dan mengeras. Tentu saja bila penis lembek dan lembut, wanita pasti tak akan bisa orgasme," tambahnya.

Bila seorang pria mengkonsumsi obat kuat tanpa petunjuk dan pengawasan dokter, kata dia, dipastikan akan menimbulkan efek samping. Antara lain meninggal di atas ranjang, terkena gagal ginjal, liver dan lainnya.

"Banyak kasus terjadi terutama pria yang berusia di atas 40 tahun mengalami penurunan seks datang dalam kondisi sudah berpenyakit. Seperti gagal ginjal dan lainnya. Ini karena mereka mengkonsumsi obat kuat sembarangan," kata Susanto yang tak ingat lagi berapa pasien datang tiap bulannya.

Dia pun mengumpamakan kaum pria itu sosok yang kemaruk. Kalau sudah cocok, obat kuat itu pasti akan dikonsumsi berkali-kali. Tak peduli harga obat kuat murah atau marah. Bila sudah cocok, jelas tak akan dilakukan pemeriksaan.

"Ndak tahunya tubuh sudah rusak dan sudah berpenyakitan. Saat dibawa ke dokter, barulah diketahui, bahwa apa yang dikonsumsi membahayakan," tegasnya.

22 Jenis obat tradisional dan suplemen makanan yang menambah stamina pria ditarik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apa sih yang membuat 'obat kuat' itu laku di masyarakat?

"Iya karena mitos. Banyak pria di dunia terongrong mitos yang masih menyesatkan. Seolah apa pun keluhan seksualnya mereka mencari obat kuat yang selalu menyelesaikan masalah," ujar pengasuh rubrik kesehatan dan penulis buku dr Handrawan Nadesul.

Hal itu disampaikan Handrawan dalam perbincangan, Senin (17/11/2008).

Masalah seks, imbuh Handrawan, bukan semata-mata soal potensi, seperti seputar panjang dan besar penis pria saat ereksi yang selama ini dipermasalahkan.

"Tapi banyak masalah lain, masalah kejiwaan stres atau depresi," imbuh dia.

Tidak berfungsinya organ seksual juga menjadi penyebab secara fisik seperti bertambahnya umur, sehingga hormon testosteronnya menurun. Atau akibat penyakit tertentu sebagai efek samping pemakaian obat-obatan, seperti darah tinggi.

"Itu harus diakui dan diterima. Itu bisa menurunkan kinerja seksual," tutur Handrawan.

Selama ini, ujar dia, mitos mengatakan laki-laki perkasa mempunyai ukuran kelamin yang panjang dan besar saat berhubungan seksual. Padahal, wanita yang menjadi pasangannya tidak selalu terpuaskan hasrat seksualnya dengan ukuran alat kelamin.

"Misleading mitosnya tidak dihapuskan, seperti harus besar dan panjang. Padahal wanita itu punya G-spot 5 centimeter (dari bibir vagina). 5 Centi (panjang alat kelamin laki-laki) saja pun sudah mencukupi. Ada hal lain yang dibutuhkan wanita akan kebutuhan seksual," jelas dia.

Wanita, imbuhnya, membutuhkan perhatian psikis dalam berhubungan seksual. Seperti bagaimana perlakuan, tindakan, sikap dan perangai suaminya.

"Bukan hanya di kamar tidur, bisa in the kitchen, duduk berdua pakai lilin, berdua di pantai melihat bulan. Wanita membutuhkan hal lain, bukan semata-mata harus besar," papar Handrawan.

Hal-hal yang melibatkan inner psikis wanita seperti disayang dan diperhatikan tidak diperhatikan laki-laki. Karena wanita membutuhkan mood yang baik untuk berhubungan seksual, terlepas dari sebesar apa pun alat kelamin laki-laki.

"Banyak faktor lain yang laki-laki tidak pahami, perlu harmonisasi dalam berhubungan seksual. Brain, seks laki-laki itu ada di otaknya, kalau segar bugar, waras, seksnya bagus," tegas dia. (kilasberita.com/amz/dtc)


Related news items:
Newer news items:
Older news items:

ADVERTISEMENT
 


Iklan Baris Gratis

Free Online Games

Free Online Games
DepotProperty.com
penerbitebook.com
ADVERTISEMENT
Banner Space For Sale







HOT Celebrity

 

Pose Topless Fergie di Majalah Fesyen Allure

Los Angeles Majalah fesyen Allure kembali menampilkan pose sensual selebritis. Kali ini ya...

 

Miranda Kerr & Model Lingerie Topless Bersama di Kalender

Los Angeles, Model Lingerie Victoria's Secret, Miranda Kerr bersama teman-teman supermodel...

 

Lindsay Lohan Pasang Foto Topless di Twitter

Los Angeles, Semakin hari kelakukan aktris Lindsay Lohan makin aneh-aneh saja. Setelah kem...

Who's Online

We have 57 guests online

Your IP: 38.107.191.89





Telp (Jam Kerja)
0857 55 383838

Text Advertisement

Iklan Sponsor
Pasang iklan anda disini!