Jakarta, Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter (SR) mengguncang Gorontalo. Gempa ini diprediksi dapat menimbulkan gelombang tsunami.
Berdasarkan data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), gempa terjadi pada Senin (17/11/2008), pukul 00.02 WIB.
Pusat gempa terletak di 138 km barat laut, Gorontalo. Tepatnya di 1.41 LU-122.18 BT. Gempa terjadi pada kedalaman 10 km.
Gempa berkekuatan 7,7 SR yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami menguncang Gorontalo. Kekuatan gempa ini dapat merusak bangunan gedung.
"Gempa berskala kerusakan 5 mmi, artinya dapat merusak bangunan," kata petugas BMG Gorontalo, Suradi, saat dihubungi, Senin (17/11/2008).
Namun hingga sekarang belum ada laporan dari masyarakat mengenai kerusakan pasca bencana ini. Diakui Suradi, gempa kali ini membuat panik warga. Apalagi dengan adanya kabar tsunami serta getaran gempa yang mencapai Jakarta.
BMG Gorontalo terus berusaha menghubungi beberapa karyawan mereka yang berada dekat dengan pusat gempa dan pinggir pantai untuk mengetahui kondisi terkini. Namun akibat terputusnya jaringan, mereka belum dapat memastikan seberapa besar potensi tsunami yang ditimbulkan gempa ini.
"Kita sedang berusaha hubungi contact person kita di Sumalata, yang paling dekat dengan pusat gempa, tapi belum berhasil karena jaringan terputus. Listrik juga tadi sempat mati," jelas Suradi.
Potensi tsunami yang ditimbulkan akibat gempa berkekuatan 7,7 SR di kawasan Gorontalo, resmi dicabut BMG. Keputusan ini diambil setelah melakukan pemantauan di sekitar lokasi yang berdekatan dengan pusat gempa.
"Pada dasarnya, potensi tsunami sudah dicabut," kata Suradi.
Setelah gempa pukul 00.02 WIB tadi, memang sempat terjadi dua kali gempa susulan. Masing-masing berkekuatan 6 SR dan 5,7 SR. Menurut Suradi, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai kerusakan yang timbul akibat bencana ini.
Hanya saja, berdasarkan laporan dari Sumalata, ada seorang korban di pesisir utara yang tertimpa barang. Sumalata adalah kawasan terdekat dengan pusat gempa, berjarak 10 km.
"Tapi sudah dilarikan ke rumah sakit setempat," papar Suradi.
Dijelaskan Suradi, warga Gorontalo di bagian selatan hingga saat ini masih mengungsi. Kepanikan ini karena adanya informasi yang menyebutkan air laut sudah mulai surut.
"Tapi itu bukan karena surut tsunami, hanya masalah pasang surut saja," pungkasnya. (kilasberita.com/amz/dtc)
- Polisi Tetapkan 14 Orang Tersangka Pembakaran Mess PLTU III Banten
- BPOM Larang 22 Obat Kuat Khusus Lelaki
- Razia Rokok Ditunda Lagi
- Minim Data Kasus BLBI, Kejagung Minta KPK Sabar
- Gempa Gorontalo Robohkan Bangunan, Warga Mengungsi di Kantor Gubernur
- Sengketa Pilgub, KPU Jatim Penuhi Panggilan MK
- Mayat Laki-laki di Bukit Golf Pondok Indah
- SBY: Foto Obama Kecil Dititipkan ke Dubes
- Wiranto: Target Partai Hanura Masuk 5 Besar
- Bali Tuntut Judicial Review UU Pornografi atau Otonomi Khusus
Berbeda agama bukanlah halangan bagi pesinetron Laudya Chintya Bella dan kekasihnya, Chico Jericho untuk menjalankan ibadah. Bella dan Chico saling menghormati agama masing-masing....
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memimpin apel siaga mudik tepat tujuh hari sebelum lebaran. Apel diikuti sekitar 3.200 personel gabungan dari Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan unsur-unsur lainnya....
Rupanya, bukan hanya Zlatan Ibrahimovic yang memiliki hubungan kurang harmonis bersama entrenador Barcelona, Pep Guardiola. Gelandang asal Mali, Seydou Keita, pun mengakui situasi yang sama terjadi pada dirinya....
Sebutan "skuad tua" yang melekat pada Timnas Italia tak urung membuat Gennaro Gattuso cemas. Gelandang senior AC Milan mengakui, Negeri Spaghetti memang kekurangan bibit unggul....
Persebaya Surabaya nampaknya bakal benar-benar lepas dari suntikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Itu setelah Persebaya tak mendapatkan persetujuan mendapatkan Rp10,5 miliar yang rencananya dimasukkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK)....












Pada 23 Agustus 2010 lalu, penyanyi Mayangsari mengijak usia 39 tahun. Mayang pun hanya merayakan hari bahagianya itu bersama anak dan suami tercinta, Bambang Tri....
