Hanoi, Dua Warga Negara Indonesia (WNI) tewas dalam kecelakaan kapal berbendera Malaysia di perairan Vietnam. Satu jenazah telah ditemukan, namun yang lainnya masih dalam pencarian.
Dalam rilis KBRI Hanoi yang diterima, Senin (6/10/2007), kecelakaan kapal itu terjadi pada 29 September yang lalu. Korban tewas bernama Ahmad Darbi dan Jantje Manope.
Kedua korban merupakan bagian dari 11 Anak Buah Kapal (ABK) berbendera Malaysia, Yinsor I dan Yinsor 2, yang sama-sama berlayar menuju Malaysia dari Hong Kong pada 26 September.
Dua hari kemudian, kedua kapal itu melintas di dekat perairan Vietnam. Cuaca pada saat itu sangat buruk dan mesin Yinsor 2 yang berisi lima ABK WNI mengalami kerusakan. Kapal itu pun kemudian ditarik oleh Yinsor 1.
Keesokan harinya, cuaca terus memburuk dan gelombang laut setinggi 10 meter. Sedangkan, mesin Yensor I juga mengalami kerusakan. Dalam kondisi yang membahayakan tersebut, diputuskan seluruh ABK dipindahkan ke Yinsor 2. Kapal Yinsor 1 pun tenggelam ke dasar lautan.
Para ABK tersebut kemudian diselamatkan oleh 2 kapal. Empat ABK asal Indonesia yang berada pada Yinsor 1 diselamatkan oleh kapal Kargo Portlang berbendera Singapura. Sedangkan, lima ABK Yinsor 2 diselamatkan oleh Angkatan Laut (AL) Vietnam.
Menurut penuturan ABK yang selamat, korban tewas adalah ABK kapal Yinsor 1. Korban terjadi bukan pada saat evakuasi antar kapal Yinsor, melainkan pada saat dipindahkan dari Yinsor 2 ke kapal kargo. 1 ABK tewas akibat terlempar ke laut dan satunya lagi karena terbentur badan kapal.
Pada 30 September, AL Vietnam menarik Yinsor 2 beserta ABK-Nya ke pelabuhan Danang, Vietnam, sekitar pukul 12.30. Jenazah Ahmad Darbi dipastikan berada di rumah sakit Danang dan keluarganya sudah berhasil dihubungi.
KBRI juga telah meminta pemilik kapal untuk bertanggung jawab terhadap pemulangan jenazah. Berikut nama lima ABK yang diselamatkan oleh AL Vietnam:
1 Yohanes Dandels Parera, pemegang paspor No S 369978
2 Johan Julius Tomasila, pemegang paspor No B 020624
3 Sunarto, pemegang paspor No B 017633
4 Agus Suriadi, pemegang paspor No R 452898
5 Djamaludin Waeri, (paspor hilang).
Sementara itu, empat ABK yang berada pada Yinsor 1 dan berada di kapal kargo Singapura, kini belum diketahui keberadaannya. Namun, bisa dipastikan mereka selamat. (kilasberita.com/als/dtc)









