Jakarta, Tidak hanya pasar saham yang mengalami penurunan, pasar obligasi Indonesia juga mengalami tekanan. Tingkat imbal hasil atau yield obligasi pemerintah RI terus mengalami kenaikan karena harganya yang jatuh.
Seperti dikutip Asia Bonds Online, Selasa (7/10/2008), yield obligasi pemerintah mengalami kenaikan sekitar 290 hingga 511 basis poin. Kenaikan terendah terjadi di obligasi bertenor 15 tahun yakni sebesar 290 basis poin menjadi 13,434 persen.
Kenaikan tertinggi terjadi untuk obligasi bertenor 3 tahun yakni sebanyak 519 basis poin menjadi 13,810 persen, sedangkan untuk tenor 1 tahun menjadi 11,9 persen.
Sekedar perbandingan, yield obligasi pemerintah pada 24 September lalu dengan tenor 15 tahun berada pada kisaran 12,977 persen. Obligasi 1 tahun memiliki yield sekitar 11,440 persen.
Kenaikan yield terjadi karena karena masalah global di AS dan penurunan harga minyak. Aksi penjualan obligasi pun marak sehingga mengakibatkan harga menjadi turun, yang otomatis membuat yield meningkat. (kilasberita.com/amz/dtc)
- Pemerintah dan BI Koordinasi Antisipasi Dampak Krisis Global
- Sofyan Djalil Jadi Menkeu Ad Interim
- Lotte Ambil Alih Makro dari SHV Holdings
- Astro Gugat Lippo ke Arbitrase Singapura
- BI Bisa Naikkan BI Rate ke Level 9,5%
- Rupiah Bisa Tembus 10000
- Harga Minyak Dunia Merosot Tajam
- Proyek Pertamina Aman Karena Tak Andalkan Dana AS
- BUMN Diminta Bawa Pulang Dolarnya
- BNP Paribas Ambil Alih Fortis











