New-York, Harga minyak mentah dunia merosot tajam hingga di bawah US$ 90 per barel. Krisis finansial yang merebak ke berbagai belahan dunia membawa kekhawatiran akan turunnya tingkat permintaan.
Pada perdagangan Senin (6/10/2008), kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman November merosot hingga 6,07 dolar ke level US$ 87,81 per barel. Kontrak ini sempat merosot hingga US$ 87,56 per barel.
Sementara minyak jenis Brent juga anjlok hingga 6,57 dolar ke level US$ 83,68 per barel. Kontrak ini sempat anjlok hingga US$ 83,36 per barel.
"Meluasnya sentimen makro kini mengkristal di seluruh pemikiran bahwa kita sedang menuju ke pelemahan ekonomi global, sebuah gambaran dari ekspansi di seluruh dunia yang sudah kita lihat dari tahun 2004 hingga 2007," ujar Edward Meir, broker dari MF Global seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/10/2008).
Analis kini sedang mencermati tingkat permintaan minyak dari China --- yang telah membantu lonjakan harga komoditas dalam 6 tahun --- yang kemungkinan konsumsinya tergerus oleh krisis.
Anjloknya harga ini sekaligus menyita perhatian dari negara-negara OPEC. Para analis juga merevisi ke bawah sejumlah proyeksinya.
"Jelas sekali ada kekhawatiran. Ketika harga sangat bergejolak, seperti melonjak hingga US$ 140 dan kemudian merosot di bawah US$ 90, maka hal ini akan mengkhawatirkan semua orang," ujar menteri perminyakan Irak, Hussain al-Shahristani. (kilasberita.com/amz/dtc)
- Lotte Ambil Alih Makro dari SHV Holdings
- Astro Gugat Lippo ke Arbitrase Singapura
- BI Bisa Naikkan BI Rate ke Level 9,5%
- Pasar Saham Turun, Obligasi Alami Tekanan
- Rupiah Bisa Tembus 10000
- Proyek Pertamina Aman Karena Tak Andalkan Dana AS
- BUMN Diminta Bawa Pulang Dolarnya
- BNP Paribas Ambil Alih Fortis
- UBS PHK 2000 Karyawannya
- Bursa Asia Berjatuhan, Minyak Turun Lagi











