Zurich, Bank terbesar Swiss yang juga terkena dampak krisis finansial, UBS akan mengurangi 2.000 tenaga kerja untuk unit bank investasinya. Langkah itu dilakukan setelah UBS tengah mengubah bank investasinya yang juga terkena dampak krisis subprime mortgage.
PHK terakhir ini secara total akan mengurangi level staf pada unit bank investasi hingga 17.000 orang sampai akhir tahun, atau lebih rendah 6.000 orang dari puncak PHK pada kuartal III-2007.
"Pengurangan karyawan terutama ditargetkan pada bisnis yang sudah dikeluarkan atau dilihat lagi dalam rangka melindungi dan mempertahankan franchise klien inti kami," demikian pernyataan dari UBS, seperti dikutip dari AFP, Jumat (3/10/2008).
UBS terpaksa melakukan hapus buku hingga US$ 42,5 miliar dolar aset-asetnya dan mencatat kerugian besar ketika krisis subprime mortgage merebak di AS.
Namun UBS menyatakan kinerjanya kini sudah mulai membaik, dan pada kuartal III diperkirakan bisa mencetak sedikit laba.
UBS juga menyatakan unit investasinya akan berhenti bertransaksi komoditas dan secara substansial mengurangi real estate dan perdagangan sekuritisasi.
Chairman dan chief executive bank investasi UBS, Jerker Johansson menjelaskan, krisis finansial terkini memaksa mereka untuk menyesuaikan lagi bisnisnya.
"Disaat proyeksi pendapatan masih tidak pasti, kebijakan-kebijakan itu akan membuat kita fokus pada kekuatan sendiri, mengurangi biaya-biaya dasar untuk mencapai tingkat yang lebih berkesinambungan dan posisi bisnis inti kami untuk memperbaiki pertumbuhan fundamental," tambahnya. (kilasberita.com/dms/dtc)
- Rupiah Bisa Tembus 10000
- Harga Minyak Dunia Merosot Tajam
- Proyek Pertamina Aman Karena Tak Andalkan Dana AS
- BUMN Diminta Bawa Pulang Dolarnya
- BNP Paribas Ambil Alih Fortis
- Bursa Asia Berjatuhan, Minyak Turun Lagi
- Seluruh Dunia Harapkan Bailout 'Direstui' DPR AS
- Tak Ada Intervensi Pemerintah Malaysia Dalam Akuisisi BII
- PLN Atasi Defisit Listrik NTT
- Inggris Nasionalisasi Bradford & Bingley











