Kuala Lumpur, Malayan Banking Berhard (Maybank) telah menuntaskan akuisisi BII. Pemerintah Malaysia menegaskan, pihaknya sama sekali tidak melakukan intervensi atas proses akuisisi oleh bank terbesar Malaysia itu.
Hal tersebut ditegaskan Deputi Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Abdul Razak saat open house Idul Fitri di Putra World Trade Centre , seperti dikutip dari Bernama, Jumat (3/10/2008).
Menurut Najib, akuisisi BII tersebut merupakan sebuah keputusan komersial yang diambil oleh Maybank.
"Ini semua terserah kepada Maybank untuk membuat keputusan apapun," jelasnya.
Ia juga menegaskan, keputusan untuk akuisisi sudah dilakukan sejak lama sebelum masa krisis finansial dimulai. Dan pemerintah Malaysia tak ikut-ikutan dalam prosesnya.
"Ini sudah diputuskan sebelumnya, tanpa intervensi dari pemerintah. Ini adalah sebuah keputusan komersil," imbuhnya.
Saat ditanya apa keuntungan dari akuisisi itu, Najib mengatakan bahwa Maybank telah sukses mengambil alih bank terbesar kelima di Indonesia. Namun Najib tidak memberikan rinciannya.
Seperti diketahui, setelah berkali-kali mendapatkan sandungan, Maybank akhirnya menuntaskan transaksi pembelian saham BII dengan konsorsium Sorak yang beranggotakan Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd dan Kookmin Bank pada Selasa (30/9/2008).
Maybank sepakat untuk membayar 55,6% saham BII senilai 4,26 miliar ringgit atau setara dengan US$ 1,24 miliar, atau pada harga Rp 433 per lembar. Maybank akan melanjutkannya dengan tender offer sisa saham yang tidak dimiliki oleh konsorsium Sorak, pada harga Rp 510.
Rampungnya akuisisi itu langsung diikuti dengan kemerosotan saham Maybank. Pada perdagangan Jumat ini, saham Maybank langsung merosot hingga 35 sen menjadi RM 6,55. Investor menilai harga yang dibayar Maybank untuk saham BII masih cukup mahal kendati sudah mendapatkan diskon. (kilasberita.com/dms/dtc)
- BUMN Diminta Bawa Pulang Dolarnya
- BNP Paribas Ambil Alih Fortis
- UBS PHK 2000 Karyawannya
- Bursa Asia Berjatuhan, Minyak Turun Lagi
- Seluruh Dunia Harapkan Bailout 'Direstui' DPR AS
- PLN Atasi Defisit Listrik NTT
- Inggris Nasionalisasi Bradford & Bingley
- Warren Buffet Kembali 'Beraksi' di Asia
- Suntikan Modal EUR 11,2 Miliar Selamatkan Fortis Group
- Bailout Ditolak, Bush Kecewa Berat











