Jakarta, Banyak kalangan yang memprediksi dampak krisis ekonomi kali ini tidak sehebat krisis pada 1997-1998. Namun Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim justru menyatakan krisis kali ini akan lebih berat dari 10 tahun silam.
Demikian disampaikan Anwar dalam kuliah umum 'Can Asia Survive from Global Economic Crisis: A Challenge Toward Asia Renaissance' di Auditorium Pusat Studi Jepang, Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (5/11/2008).
"Saya kira kali ini dampaknya (krisis) lebih hebat," tegasnya.
Menurut Anwar, dampak krisis kali ini bakal lebih hebat karena berpengaruh ke semua lapisan perekonomian. Sementara pada krisis 1997-1998 dampaknya hanya di sektor keuangan saja.
"Dampak krisis tahun 1997-1998 itu hanya krisis keuangan, tapi untuk sekarang impact-nya ke keseluruhan sistem ekonomi," ujarnya.
Ia juga memprediksi bahwa dampak gelombang krisis ini akan terasa dalam 6 bulan hingga 1 tahun mendatang. (kilasberita.com/amz/dtc)
- Kucuran Kredit Modal Kerja Nasional Rp 687,2 Triliun
- Leasing Motor Perpanjang Tenor Kredit Jadi 5 Tahun
- ChangHong Siapkan Investasi US$ 130 Miliar di Indonesia
- Bapepam: Signature Capital Lakukan Penggelapan
- APBN Indonesia Sudah Diamankan
- Pertamina Diminta Ganti Kerugian SPBU
- US$ 500 Juta Dana Asing Masuk di Pasar Modal
- Harga Premium dan Solar Harus Turun Sekarang Juga!
- Pola Distribusi Gula Rafinasi Tertutup
- Petinggi Big 3 Otomotif AS Siap DiGaji 1 Dolar











