Bandung, Krisis global yang menghantam dunia membuat permintaan barang ekspor turun sehingga memaksa industri melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Hanya dalam satu bulan, sekitar 26 ribu buruh tekstil dan produk tekstil (TPT) di Jabar dirumahkan.
"Sekarang ini kita harap-harap cemas dan berdoa semoga krisis sekarang bisa kita lewati," ujar Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar Ade Sudrajat, Rabu (3/12/2008).
Menurutnya krisis finansial global saat ini memaksa pengusaha di Jabar untuk merumahkan para karyawannya. Sebelumnya Ade mengatakan industri pertekstilan di dunia merosot sebesar 30 persen akibat krisis.
"Merumahkan karyawan tak bisa dihindari. Sejak awal November lalu hingga sekarang ini, sekitar 26 ribu buruh di Jabar yang dirumahkan," ungkapnya.
Ketika ditanya apakah jumlah ini akan bertambah pada 2009 nanti, Ade menyatakan dirinya enggan memprediksi. "Saya engga mau prediksi. Takut. Doakan saja industri tekstil kita bisa bertahan," katanya. (kilasberita.com/amz/dtc)
- Potensi Ekspor Mebel Indonesia Hilang US$ 250 Juta
- Pemerintah Siapkan 3 Langkah Batasi Impor
- Unilever Resmikan Pabrik Skin Care Terbesar di Asia
- Pemerintah Tawarkan Sukuk Ritel Rp 1 Juta Per Unit
- Tidak Punya NPWP Keluar Negeri Bayar Fiskal 3 Kali Lipat
- Pasokan Gas Untuk Industri Aman 3 Tahun ke Depan
- PGN Belum Dapat Kepastian Pasokan Gas Untuk PLN
- PGN Bangun Stasiun Induk CNG 2011
- PHK Besar-besaran GM Minta Bailout US$ 18 Miliar
- Subsidi Perumahan 2009 Naik Rp 1Triliun











