Jakarta, Ketika krisis keuangan global melanda, bukan menjadi alasan bagi BUMN untuk berdiam diri. BUMN justru harus memperbanyak investasi di tahun 2009.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Menneg BUMN M Said Didu di sela-sela workshop BUMN di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (29/11/2008).
"Justru di saat krisis investasi harus dilakukan. BUMN di tahun 2009 harus percepat investasi karena harga barang murah, harga barang modal turun," ujarnya.
Untuk membiayai investasi tersebut melalui pembiayaan rupiah menurutnya tidak masalah. "Likuiditias rupiah juga tidak ada masalah, yang masalah itu kan likuiditas dolar jadi hanya mengubah strategi dari penggunaan dolar, memang mencari dolar susah tetapi tidak semua investasi menggunakan dolar," ujarnya.
BUMN yanng harus jor-joran berinvestasi di tengah krisis antara lain BUMN yang bergerak di bidang perkebunan, pupuk, dan pertambangan.
"Perkebunan, pupuk, mungkin investasi pertambangan juga, karena harga alat tambang murah, kalau pupuk dengan membangun pabrik baru. Pabrik pupuk ada yang dibangun 30 tahun lalu, dengan konsumsi gas sangat tinggi, untuk menghasilkan 1 ton urea itu membutuhkan 34 mmbtu sementara yang baru bisa 24 mmbtu. Dari selisih gas sudah untung berapa," ujarnya. (kilasberita.com/amz/dtc)
- 2 Perusahaan Mundur Dari Tender Distribusi BBM Subsidi
- Jepang Beri Indonesia Pinjaman Siaga
- Bakrie Jual 543 Menara Telekomunikasinya
- Dunia Usaha Desak Pemerintah Luncurkan Stimulus Ekonomi
- Yamaha Music Fokus ke Pasar Ekspor
- Revisi Penentuan Upah Buruh Sebaiknya Diterima
- Tambah Produksi Pabrik Pupuk BUMN Minta Gas
- Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Pemerintah Terlalu Tinggi
- 2009 FIF Turunkan Pembiayaan Motor 15%
- BI Siap Diperiksa Terkait Bank Century











