New-York, Kepanikan di pasar saham sungguh parah. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) akhirnya ditutup di bawah level 10.000, yang merupakan terburuk sejak 4 tahun terakhir.
Penurunan saham-saham di Wall Street ini mengikuti pelemahan di bursa-bursa di seluruh dunia sebelumnya. Kepanikan investor semakin merajalela karena dikhawatirkan krisis finansial akan memberi dampak yang semakin besar.
Pada perdagangan Senin (6/10/2008), indeks Dow Jones ditutup merosot 369,88 poin (3,58%) ke level 9.955,50. Inilah untuk pertama kalinya Dow Jones ditutup di bawah level 10.000 sejak Oktober 2004.
Namun penutupan ini setidaknya sudah lebih baik, karena indeks Dow Jones sempat anjlok hingga 800,06 poin (7,75%) ke level 9.525,32.. Ini adalah kemerosotan terbesar dalam sejarah.
Sementara Standard & Poor's 500 juga merosot 42,34 poin (3,85%) ke level 1.056,89 dan Nasdaq anjlok 84,43 poin (4,34%) ke level 1.862,96.
Bursa-bursa global sebelumnya sudah merosot tajam, termasuk IHSG di BEI yang terpangkas hingga 10%. Perdagangan saham di Rusia, Brasil dan Peru bahkan harus dihentikan sementara karena kemerosotan yang tajam.
Langkah penyelamatan dua bank besar di Eropa dan penjaminan nasabah oleh Eropa membawa kekhawatiran bahwa dampak krisis finansial telah semakin luas.
"Jelas sekali kita berada pada zona kepanikan," kata John Schloegel, vice president of investment strategies dari Capital Cities Asset Management seperti dikutip dari Reuters.
"Kita melewatkan bailout sekarang dan fokus pada fundamental lagi dan fundamental sepertinya tidak baik. Orang mulai melihat pada pendapatan pada kuartal ketiga, keempat," tambahnya.
"Pemerintah Eropa mulai langkah penyelamatan institusi finansialnya, yang masih dihalangi oleh serangan dalam pinjaman bank. Masalah tidak tertutupi oleh perusahaan asuransi besar di AS, yang juga merugi dalam portofolio investasinya," ujar Chris Lafakis, dari Economy.com seperti dikutip dari AFP.
Sejumlah bursa pada perdagangan Selasa (7/10/2008) mengikuti kemerosotan di Wall Street. Indeks S&P/ASX200 turun 81,5 poin ke level 4,458.9, sementara NZX-50 di Selandia Baru merosot 2,62%. (kilasberita.com/amz/dtc)
- BEI Suspensi Enam Saham Bakrie Group
- Saham Bakrie Paling Banyak Kena Imbas Melemahnya IHSG
- Saham Anjlok BUMI Buy Back Saham 10%
- Bursa Saham Asia Kelabakan Hadapi Krisis Finansial
- IHSG Diprediksi Akan Jatuh Lagi
- Rupiah dan IHSG Tersungkur
- Rupiah di Level 9.500/US$
- Pergerakan Rupiah Terpengaruh Inflasi
- IHSG Rawan Melemah Pasca Libur
- Rush Mewabah di AS, Eropa dan Asia











