Jakarta, Libur lebaran selama sepekan lalu membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terisolisasi dari gonjang ganjing pasar global. Namun pasca libur, IHSG rawan akan serangan sentimen negatif yang pekan lalu belum terserap.
Pada perdagangan saham Senin (6/10/2008) IHSG diprediksi sulit bergerak ke zona positif. Merahnya bursa Jepang pada Senin pagi ini menjadi sinyal akan negatifnya bursa Asia awal pekan ini.
Bursa Asia terus memantau pergerakan di Wall Street yang Jumat pekan lalu (3/10/2008) masih juga negatif meski bail-out US$ 700 miliar sudah disepakati.
Pelaku pasar kini tengah melihat efektifitas bail-out tersebut yang belum tentu akan berdampak cepat terhadap pemulihan krisis finansial di AS.
Namun pelaku pasar dalam negeri seperti mendapat jaminan dari pemerintah bahwa ekonomi Indonesia tidak goyang hanya berimbas sedikit dari dampak krisis di AS. Investor juga tengah menanti data inflasi September 2008 yang akan diumumkan BPS pada Senin siang ini.
Investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih akan bersikap super hati-hati karena belum stabilnya pasar saham dan jatuhnya harga minyak dunia. Harga minyak dunia yang turun akan membuat harga saham komoditas ikut terkoreksi.
Pada penutupan perdagangan saham Senin pekan lalu (29/9/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 13,584 poin (0,74%) ke level 1.832.
Sementara pada perdagangan Jumat (3/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot 157,47 poin (1,5%) ke level 10.325,38. Nasdaq juga melemah 29,33 poin (1,48%) ke level 1.947,39 dan S&P 500 turun 15,05 poin (1,35%) ke level 1.099,23.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
eTrading Securities
Bursa Indonesia selama satu bulan September kemarin telah mengalami koreksi sekitar 15,3% dan pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang ditutup melemah ke level 1.832,5. Indeks masih digerakkan oleh sentimen negatif dari bursa global seiring krisis kredit dan finansial di US yang semakin parah serta penurunan harga-harga komoditas dunia yang selama ini menyokong penguatan indeks.
Sementara di US, Kongres telah menyetujui rencana bail out sebesar US$ 700 miliar Jumat lalu dengan langkah awal pengucuran sekitar US$ 250 miliar untuk membeli non-performing assets di pasar. Namun hal ini tidak cukup menjadi sentimen positif seiring investor masih mempertanyakan efektifitas rencana tersebut untuk menyelamatkan perekonomian US. Sentimen negatif lainnya datang dari data Labour Department yang menunjukkan 159.000 new jobless, tertinggi sejak 5 tahun terakhir, memperkuat asumsi penurunan daya beli masyarakat di US.
Harga Minyak dunia juga kembali merosot tajam pada pekan kemarin, dan sekarang berada di kisaran US$ 91,9/barrel akibat antisipasi akan terjadinya pelemahan demand seiring semakin jelas terlihat potensi perlambatan ekonomi dunia. Hal ini diikuti dengan pelemahan harga-harga komoditas lainnya seperti Nickel, Tin dan CPO.
Bursa Asia juga dibuka melemah sekitar 1% pada perdagangan hari ini. Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan memfaktorkan sentimen negatif yang terjadi selama libur panjang kemarin. Pelemahan bursa Global sekitar 3% yang terjadi selama pekan kemarin diperkirakan akan membawa Indeks melemah pada perdagangan hari ini. Kejatuhan harga komoditas dunia seiring koreksi harga minyak dunia juga membawa sentimen negatif ke bursa Indonesia. Sektor mining dan plantation diperkirakan akan menggerakkan indeks hari ini dengan rentang pergerakan indeks pada kisaran 1800 - 1850. (kilasberita.com/dms/dtc)
- IHSG Diprediksi Akan Jatuh Lagi
- Indeks Dow Jones Terburuk Dalam 4 Tahun Terakhir
- Rupiah dan IHSG Tersungkur
- Rupiah di Level 9.500/US$
- Pergerakan Rupiah Terpengaruh Inflasi
- Rush Mewabah di AS, Eropa dan Asia
- Rupiah Sambut Libur di Level 9.420/US$S
- Bekasi Asri Batalkan Rencana Akuisisi Oleh Penton
- Prime Petroservices Dapat IPO Dari Bapepam LK
- Jelang Lebaran, IHSG Diserbu Profit Taking











