Jakarta, Merosotnya bursa-bursa utama dunia bisa membawa sentimen negatif pada pergerakan saham-saham di Bursa Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak di jalur merah setelah penguatan sebelumnya.
IHSG pada perdagangan Jumat (3/7/2009) akhir pekan diprediksi akan melemah pada kisaran yang cukup tebal. Di tengah kepungan sentimen negatif, investor memilih untuk melepas portofolio sahamnya untuk sementara.
Pada perdagangan Kamis (2/7/2009), indeks Dow Jones industrial averaga (DJIA) ditutup merosot 223,32 poin (2,64%) ke level 8.280,74. Bursa Tokyo pun langsung mengikuti, dengan indeks Nikkei-225 dibuka langsung merosot 124,46 poin (1,26%) ke level 9.751,69.
Saham-saham perbankan diprediksi akan bergerak melemah setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan BI Rate siang ini. Analis memperkirakan BI akan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin dengan berdasarkan rendahnya inflasi Juni.
Profit taking di lantai bursa ini juga terjadi setelah IHSG bertahan di teritori positif dalam 2 hari terakhir perdagangan di tengah merosotnya bursa-bursa regional.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Optima Securities:
Indeks bertahan dengan menguat tipis 6 poin ke level 2.065 di tengah tekanan aksi profit taking di sektor properti dan saham ASII. Penguatan tersebut ditopang oleh saham TLKM yang menguat 3.8% dan sektor konsumer. IHSG selanjutnya akan merespon keputusan BI yang bakal menurunkan BI rate sebesar 25 bps ke level 6.75%.
Diperkirakan akan terjadi profit taking di sektor perbankan dan properti pasca pengumuman tersebut. Indeks berpotensi bullish jika MACD terjadi golden cross menjadi bullish divergence. Kisaran indeks ada di 2.050-2.080.
Panin Sekuritas:
IHSG ditutup menguat tipis +0,28% pada level 2.065,753 meski pada awal sesi perdagangan sempat naik cukup signifikan. Pergerakan indeks diwarnai oleh sentimen dari angka inflasi yang diumumkan kemarin, serta ekspektasi penurunan BI Rate.
Profit taking terlihat mulai melanda indeks setelah bursa regional dan harga komoditas bergerak melemah pada sore hari. Hari ini kami perkirakan indeks akan cenderung bergerak melemah dimana sentimen suku bunga tampaknya sudah terefleksi pada kenaikan harga saham perbankan dan properti dalam beberapa hari terakhir.
Rendahnya nilai transaksi dalam beberapa hari terakhir memberikan sinyal investor melakukan "wait and see" terkait dengan agenda politik pemilu Presiden pekan depan. Kisaran support-resistance hari ini pada 2.049-2.077. (kilasberita.com/asd/dtc)
- Wall Street Hati-hati Sambut Musim Lapkeu
- IHSG Masih Lesu
- Wall Street Dibuka Melemah
- Rupiah (Juga) Menunggu Pemilu
- IHSG Menantikan Pemilu
- Rupiah Melemah di Akhir Pekan
- IHSG Menguat, Rupiah Tetap
- Rupiah Melaju Positif
- Data Inflasi Bayangi IHSG
- Rupiah Perlahan Mulai Menguat













