Jakarta, Penurunan besar-besaran suku bunga oleh European Central Bank/ECB atau Bank Sentral Eropa hingga 75 basis poin dari 3,25% menjadi 2,5% membuat mata uang tunggal Eropa menguat tipis terhadap dolar AS.
ECB memangkas suku bunganya secara agresif karena mengaku selama ini telah terlambat melakukan penurunan suku bunga padahal kondisi ekonomi global sedang dilanda krisis finansial.
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (4/12/2008) euro menguat ke 1,2776 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,2704 dolar AS. Mata uang dolar AS juga melemah terhadap mata uang Jepang di posisi 92,2 yen dibanding hari sebelumnya 93,29 yen.
"Dolar AS nampaknya berada di posisi yang tertekan dengan penurunan bunga ECB, karena ECB juga memberikan sinyal akan mengurangi risiko bunga pinjaman," kata Michael Woolfolk dari Bank of New York Mellon seperti dilansir AFP, Jumat (5/12/2008).
Sementara dari dalam negeri penurunan BI Rate yang hanya 0,25% menjadi 9,25% juga direspons positif oleh pelaku pasar setelah selama 7 bulan berturut-turut BI selalu menggenjot suku bunga.
Pada perdagangan valas pukul 07.50 WIB, Jumat (5/12/2008) rupiah ada di posisi 11.903 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 11.900-11.906 per dolar AS. Posisi rupiah pada Jumat pagi ini relatif stabil dengan Kamis kemarin (4/12/2008) di posisi 11.900 per dolar AS. (kilasberita.com/amz/dtc)
- Direktur Signature Capital Ditahan Bareskrim Mabes Polri
- Bank Century Hanya Beri Janji-janji
- IHSG dan Rupiah Terkoreksi Tipis
- BEI Suspensi Antaboga dan Signature
- UBS Indonesia Prediksi IHSG di level 1.600
- Pelaku Pasar Amankan Saham Jelang Libur Kurban
- Turun 25 bps BI Rate Gak Ada Gregetnya
- Harga Minyak Turun, Wall street Melemah Lagi
- BI Rate Turun Jadi 9,25%
- Rupiah dan IHSG Semangat ke Jalur Hijau











