Jakarta, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) telah mengkonversi portofolio kredit dolarnya sebesar US$ 100 juta ke mata uang rupiah menyusul terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Kucuran kredit dolar akan dibatasi dengan hati-hati di tahun 2009.
"Kami telah minta pada debitor kredit dalam mata uang dolar agar kreditnya bisa dikonversi ke rupiah. Sejauh ini sudah dikonversi sekitar US$ 100 juta," ungkap Direktur Utama BNGA, Arwin Rasyid dalam acara Coffe Morning di Graha Niaga, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (4/12/2008).
Arwin menjelaskan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang cenderung melemah mendorong industri perbankan harus mengubah skema kucuran kredit yang berdenominasi dolar. Kucuran kredit dolar harus diperhitungkan dan dilakukan secara berhati-hati.
"Banyak bank sudah menghentikan kredit dolarnya. CIMB untuk sementara akan menghentikan juga. Namun untuk tahun depan, tentunya porsinya akan berbeda. Kucuran kredit dolar harus dilakukan dengan sangat hati-hati," jelas Arwin.
Hingga triwulan III-2008, perseroan telah mengucurkan kredit dolar sebesar US$ 1 miliar. Sebagaimana dikatakan Arwin, hingga akhir November 2008, perseroan telah berhasil mengkonversi kredit dolar sebesar US$ 100 juta sehingga portofolionya kini tersisa US$ 900 juta.
"Program konversi ini akan kami lakukan terus hingga akhir tahun," jelas Arwin.
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menambah porsi kucuran kreditnya di 2008 sebesar Rp 1,5 triliun menyusul dihentikannya kucuran kredit dolar akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Kucuran kredit perseroan tahun ini akan sekitar Rp 72,5 triliun.
"Kami menambah kucuran kredit rupiah sebesar Rp 1,5 triliun selama dua bulan terakhir," ungkap Direktur Utama BNGA, Arwin Rasyid.
Arwin menjelaskan, kondisi ekonomi makro dengan tingginya tingkat suku bunga ditambah fluktuasi nilai tukar rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar AS membuat perseroan harus memperhitungkan kembali skema kucuran kreditnya di 2008.
"Kami sudah menghentikan kredit dolar dan mengkonversi US$ 100 juta ke mata uang rupiah. Namun kami akan menambah kredit rupiah sebesar Rp 1,5 triliun hingga akhir tahun," jelas arwin.
Menurut Arwin, dalam kondisi suku bunga bank cukup tinggi, banyak bank sudah menghentikan kucuran kreditnya, paling tidak membatasi dengan sangat selektif hingga akhir tahun. Lain halnya dengan BNGA, perseroan masih bertekad menambah kucuran kredit rupiah hingga akhir tahun.
"Kami melihat bahwa menambah kucuran kredit rupiah hingga akhir tahun masih bisa dilakukan, terutama di saat bank-bank sangat selektif dalam mengucurkan kreditnya hingga akhir tahun," jelas Arwin.
Hingga Oktober 2008, perseroan telah mengucurkan kredit sekitar Rp 71 triliun. Dengan adanya tambahan kredit Rp 1,5 triliun, total kucuran kredit perseroan akan sebesar Rp 72,5 triliun.
"Nanti kita lihat apakah tambahan kredit Rp 1,5 triliun ini bisa tercapai atau tidak," ujar Arwin. (kilasberita.com/amz/dtc)
- Pelaku Pasar Amankan Saham Jelang Libur Kurban
- Turun 25 bps BI Rate Gak Ada Gregetnya
- Harga Minyak Turun, Wall street Melemah Lagi
- BI Rate Turun Jadi 9,25%
- Rupiah dan IHSG Semangat ke Jalur Hijau
- BI Jangan Takut Turunkan BI Rate
- Rupiah Tunggu Konfirmasi BI Rate
- Investor Tunggu Hasil Rapat Dewan Gubernur BI
- Wall Street Kembali Menggeliat
- Blue Bird Beli Aset Darya Varia











