Jakarta, Direktorat Jenderal Pajak terus melakukan roadshow mengkampanyekan sunset policy. Kali ini yang dikumpulkan adalah 1.200 wajib pajak besar orang pribadi dari DKI Jakarta, dan bentuk kampanyenya dilakukan tertutup.
Acara sosialisasi sunset policy untuk wajib pajak besar di DKI Jakarta ini tidak seperti yang dilakukan sebelumnya, seperti kepada para pedagang di Jakarta Barat yang terbuka untuk wartawan.
"Acara ini memang dibuat tertutup karena ada yang tidak begitu nyaman jika dipublikasikan," ujar Dirjen Pajak Darmin Nasution.
Ia menyampaikan hal itu dalam acara Sosialisasi Wajib Pajak Besar Orang Pribadi, Pemanfaatan Sunset Policy dan UU PPh Tahun 2008 di Gedung Dhanapala, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (1/12/2008).
Dirjen Pajak Darmin Nasution mengatakan masih banyak orang-orang berpenghasilan tinggi di Indonesia yang pembayaran pajaknya masih minim, dan karena itu pihaknya mengumpulkan 1.200 wajib pajak besar di DKI Jakarta untuk sosialisasi program sunset policy agar mereka memanfaatkan program tersebut.
"Ukuran yang kami pakai untuk mengukur orang kaya ini adalah harta kekayaan, dan kita sendiri punya database. Setelah kita short (seleksi) terkumpul 1.200 yang dibatasi hanya yang punya NPWP di Jakarta, dan nanti akan ditaruh di LTO (Large Tax Office/Kantor Pajak khusus orang kaya)," tuturnya
Selain itu Darmin mengatakan, Ditjen Pajak nantinya akan membuat tiga kantor pelayanan pajak berdasarkan tiga segmen wajib pajak. Pertama untuk wajib pajak besar adalah LTO yang rencananya akan mulai beroperasi pada April 2009, kedua untuk wajib pajak menengah adalah (MTO/Medium Tax Office) dan ketiga untuk wajib pajak kecil adalah KPP Pratama (Kantor Pelayanan Pajak Pratama). (kilasberita.com/amz/dtc)
- Wall Street Jatuh IHSG Bisa Masuk Zona Merah
- Saham-saham Wall Street Berjatuhan
- Indofood Rencanakan Buy back 10%
- Tender Offer BII Oleh Maybank Selesai Hari Ini
- IHSG dan Rupiah Melemah ke Zona Merah
- Maybank Tempatkan Wakil di Manajemen BII
- BEI Perpanjang Larangan Short Selling
- Laba Bersih BUMI Turun 39%
- Rupiah Seimbang di Level 12.000-an Per Dolar AS
- Pasar Saham Harapkan Inflasi Tetap Rendah











