Jakarta, Penerimaan Bea dan Cukai tahun 2008 diperkirakan melampaui target, yakni bisa mencapai Rp 87,045 triliun dari target APBNP 2008 Rp 72,696 triliun. Dalam TOR Rakernas Ditjen Bea dan Cukai yang diadakan pada 22-24 Oktober 2008, hingga 20 Oktober tingkat pencapaian bea cukai telah mencapai 98,6 persen atau sebesar Rp 71,67 triliun dari target APBN P 2008.
Potensi surplus penerimaan ini direncanakan dapat diperlakukan sebagai tabungan untuk dijadikan setoran penerimaan bea cukai pada tahun 2009, alias di-carry over. Hal ini sebagai langkah antisipasi menurunnya penerimaan pada tahun tersebut sebagai dampak memburuknya perekonomian dunia.
Akan tetapi Dirjen Bea dan Cukai Anwar Supriyadi mengatakan tampaknya carry over tersebut tidak bisa dilakukan. "Kita akan memaksimalkan seluruh potensi penerimaan untuk 2009," ujarnya.
Anwar menyampaikan hal itu dalam Rapat Kerja Ditjen Bea Cukai yang bertema "Antisipasi Dampak Krisis Ekonomi Global Melalui Peningkatan Pelayanan dan Pengawasan DJBC" di Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta, Rabu (22/10/2008).
Memang sebagai konsekuensi pemberian fasilitas kepabeanan dan cukai di 2009 akan membuat beban Ditjen Bea dan Cukai akan semakin berat. Namun Ditjen Bea Cukai tetap mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai dengan lebih meningkatkan kinerja pelayanan dan pengawasan.
Tahun depan Ditjen Bea dan Cukai diberi target penerimaan sebesar Rp 75,5 triliun di tengah kondisi perekonomian global yang memburuk. Target tersebut terdiri dari bea masuk sebesar Rp 16,6 triliun, tidak termasuk bea masuk ditanggung pemerintah Rp 2,5 triliun. Lalu penerimaan cukai Rp 40,6 triliun atau meningkat 8,7 % dan bea keluar Rp 9,3 triliun. (kilasberita.com/amz/dtc)
- Harga Komoditas Pun Terpuruk
- IMF Tambah 5 Pasien Baru
- Pri Agung: Gas RI Lebih Baik Untuk Dalam Negeri
- Baru 4 Bank Korban Indover Yang Melapor
- Buah Simalakama dengan Nama Bank Indover
- Jasa Pengiriman Uang Rawan Digunakan Teroris
- Harga Komoditas Tambang Masuki Masa Penurunan
- Gagal Akuisisi Indover, Bank Mandiri Cari Bank Lain
- Direct Vision Cairkan Refund 2 Hari ke Depan
- Pertamina Angkat Anang Rizkani Sebagai Jubir Baru
Sebanyak 65 barang komoditas tambang kena pajak ekspor 20%. Kebijakan ini berpotensi meningkatkan penyelundupan barang tambang Indonesia ke luar negeri.
Rata-rata nilai tabungan keluarga di Jepang mencapai 16,64 juta yen (US$ 207 ribu) di 2011. Ini bernilai dua kali lipat dari rata-rata gaji tahunan masyarakat Jepang.
Bea Cukai santai menanggapi protes para eksportir tambang atas aturan pemerintah yang menerapkan pajak 20% terhadap barang tambang yang diekspor mentah-mentah.
Rencana pemerintah menaikkan gaji PNS 7% di 2013 dinilai kurang. Para PNS mengeluhkan kenaikan gaji mereka berkurang dibanding tahun sebelumnya.















